Jumat, April 12, 2024
Google search engine
BerandaBupatiSambut HJL Ke-454, Bupati YES Ziarahi Makam Mbah Ratu

Sambut HJL Ke-454, Bupati YES Ziarahi Makam Mbah Ratu

Suaraairlangga.com, Lamongan – Memasuki pekan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-454, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi beserta jajaran OPD laksanakan ziarah dan tabur bunga ke Makam Nyai Andongsari, tepatnya di Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, Selasa (23/05/2023).

Nyai Andongsari atau dikenal Mbah Ratu merupakan ibunda Maha Patih Gajah Mada, yang mempunyai peran penting pada masa Kerajaan Majapahit. Tak hanya menjadi petilasan tokoh penting kerajaan Majapahit, Dusun Cacing, Desa Sendangrejo juga menjadi tanah kelahiran Adipati Lamongan pertama Tumenggung Surajaya, yang diwisuda oleh Kanjeng Sunan Giri IV di abad 16 masehi. Dengan diwisudanya Adipati pertama yang bernama Rangga Hadi menjadi tanda lahirnya Lamongan.

“Alhamdulillah Kabupaten Lamongan sudah 454 tahun, dimulai dari diwisudanya Rongga Hadi yang lahir dari Dusun Cancing – Desa Sendangrejo yang dilantik Sunan Giri sampai saat ini. Sejarah Lamongan terus bergerak maju dinamis dan menginginkan Lamongan Megilan, Joko Tingkir, Mbah Nyai Ratu Andongsari, sesepuh leluhur memberikan konstruksi kekuatan spiritual untuk bisa membangun lebih baik lagi,” tutur Bupati Yes.

Bangunan 12 x 12 M yang menaungi makam Nyai Andongsari di puncak bukit setinggi 100 M Gunung Ratu, Desa Sendangrejo, merupakan bangunan baru setelah pemugaran yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan di tahun lalu. Diharapkan, wajah baru makam Nyai Andongsari dapat memberikan rasa kenyamanan bagi para peziarah, menambah estetika petilasan, maupun menjadi bentuk rekonstruksi kejayaan Lamongan.

“Segala upaya yang dilakukan untuk pemugaran makam Mbah Ratu ini begitu megah dan luar biasa. Terlebih dimakan ini sudah banyak ditemukan bukti sejarah bahwa di masa lalu pusat kejayaan. Bisa jadi, dulu sebuah kerajaan besar yang dibuktikan dengan berbagai temuan ini, banyak keramik dari peradapan yang sangat tinggi yang tidak mungkin ditemukan saat ini, ada gigi gajah putih, dan lainnya,” tambah Bupati Yes.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Yes bersama ratusan masyarakat Sendangrejo laksanakan nyadran atau sedekah bumi yang menjadi tradisi tahunan masyarakat setempat. Uniknya tidak hanya sajikan olahan makanan, melainkan ada budaya yang berbeda dari nyadran biasanya, yakni setelah makan bersama masyarakat lakukan ngalap barokah dengan mengambil bunga yang telah ditabur di makam Mbah Ratu, serta tradisi udik-udik uang. *[SA]

BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

TERPOPULER

KOMENTAR