Jumat, April 12, 2024
Google search engine
BerandaBupatiPerkuat Ketahanan Pangan, Lamongan Sediakan 3.000 Hektar Lahan Sorgum Untuk Gantikan Gandum

Perkuat Ketahanan Pangan, Lamongan Sediakan 3.000 Hektar Lahan Sorgum Untuk Gantikan Gandum

Suaraairlangga.com, Lamongan – Guna menghadapi krisis ketahanan pangan, Kabupaten Lamongan sebagai lumbung pangan nasional memperkuat pertahanan persediaan pangan dengan menyediakan lahan seluas 3000 ha. Penyediaan lahan pada sektor pertanian tersebut, karena faktor penunjang tumbuhnya di Lamongan 33% PDRB dari sektor pertanian.

Lahan yang disediakan Lamongan tersebut tersebar di 5 Kecamatan di Kabupaten Lamongan, meliputi Kecamatan Babat dengan 1000 ha, Kecamatan Sugio – 500 ha, Kecamatan Pucuk – 500 ha, Kecamatan Kedungpring – 500 ha, Kecamatan Sukodadi – 500 ha dan diperuntukan untuk penanaman sorgum.

“Sebagai lumbung pangan nasional dan ditengah ancaman krisis pangan, Lamongan menyediaan lahan tambahan untuk pertanian sorgum dengan tujuan menumbuhkan spirit para petani untuk lebih giat, dan tentunya untuk membuka sorgum dipemasaran,” ucap Bupati Lamongan, H. Yuhronur atau Haji YES, saat menyambut kunjungan kerja dari Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI), Syahrul Yasin Limpo untuk melakukan panen sorgum, di Desa Gondanglor, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, Senin (22/08/2022).

Sorgum merupakan jenis pangan nomor 5 setelah padi, jagung, gandum, dan serealia. Sorgum unggul dalam kandungan gizi. Selain itu, budidaya sorgum lebih mudah jika dibandingkan budidaya tanaman pangan lainnya, karena sorgum tidak membutuhkan banyak air dan hanya 50% pemupukan.

Tidak hanya itu, sorgum telah dikreasikan menjadi Tepung, Kecap, Aren, Gula, Mie Instan, Roti Tawar, dan lain-lain oleh UMKM Lamongan. Hal tersebut yang menjadikan Lamongan tertarik dengan tanaman sorgum.

“Program prioritas kita sebagai lumbung pangan harus tetap terealisasikan, salah satunya dengan tanaman sorgum,” harap Haji YES.

Langkah pengembangan tanaman sorgum ini akan mendapat pendampingan, dan fasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan. Pemkab Lamongan sudah menyusun road map, mulai dari pembibitan hingga pemasaran sorgum itu sendiri.

“Kami sudah menyusun road map untuk sorgum ini, karena ini adalah produk unggulan mulai dari lahan, lalu pembiayaan dari swadaya APBN terus dibudidaya, dan pemasaran melalui UMKM BUMD di Lamongan,” jelas Haji YES.

Secara rinci Haji YES memaparkan, hasil panen sorgum pada tahun 2022 ini, penanaman sorgum di Lamongan tercatat 200 ha yang terbagi di 2 Kecamatan, yakni Kecamatan Sugio 10 ha, dan Kecamatan Babat 190 ha dengan produksi sorgum sebesar 900 ton senilai 3.6 milyar.

Sementara itu, Mentan RI, Syahrul Yasin Limpo menyampaikan, bahwa sorgum merupakan tanaman asli Indonesia, dan sorgum rupanya sudah pernah dimanfaatkam oleh nenek moyang terdahulu. Untuk itu, Kementan RI mengajak para petani sorgum untuk mendobrak eksistensi sorgum dengan segala keunggulannya.

“Sorgum ini tanaman asli Indonesia. Sorgum sudah mulai dilupakan oleh kita, karena kita terobsesi dengan gandum. Maka dari itu, mulai sekarang Ayo Budidaya Sorgum Yang Banyak, dimulai di Lamongan ini, karena Pak Bupati Lamongan sudah menyiapkan 3000 ha lahan,” ajak Syahrul.

Manfaat luar biasa yang dimiliki sorgum ini, bisa dilihat dari pemanfaatan seluruh tanaman, mulai dari akar, batang, biji, hingga daun. Hal itu yang menjadikan Syahrul berambisi, dan menaruh harapan besar pada sorgum untuk bisa diperkenalkan ke kancah internasional.

“Sorgum ini luar biasa, dari akarnya bisa dijadikan obat lancarkan peredaran darah, batangnya jadi gula , biji jadi pangan, daun jadi pakan ternak, semua bermanfaat dan mengandung nilai ekonomi. Jadi kita yang harus pintar-pintar mengkreasikan, kalau bisa harus diperkenalkan hingga ke negara lain,” tegas Syahrul.

Berkomitmen memaksimalkan potensi pertanian, setelah melakukan panen raya sorgum. Bupati Lamongan dan juga Menteri Pertanian RI mengikuti tradisi “Miwiti” untuk penanda panen padi seluas 250 ha di Desa Kebalanpelang, Kecamatan Babat Lamongan dan melakukan panen langsung menggunakan kecanggilan teknologi combine. *[SA]

BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

TERPOPULER

KOMENTAR