Jumat, Desember 8, 2023
Google search engine
BerandaEkonomiKunjungi Lamongan, Teten Masduki Optimis KSBP PPSD Jadi Jaringan Ritel Modern

Kunjungi Lamongan, Teten Masduki Optimis KSBP PPSD Jadi Jaringan Ritel Modern

Suaraairlangga.com, Lamongan – Dalam rangka pemberdayaan perekonomian umat dan penguatan koperasi modern, Menteri Koperasi dan UKM RI (Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia), Teten Masduki mengunjungi Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Sunan Drajat, di Desa Banjarwati, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Kamis (15/04/2021).

Menkop dan UKM RI, Teten Masduki menyampaikan, Kopontren berpotensi menjadi pusat penggerak ekonomi yang sangat besar, karena didukung banyaknya santri yang menimba ilmu agama, misalnya di PPSD (Pondok Pesantren Sunan Drajat) Lamongan ini. Apalagi Kopontren Sunan Drajat Lamongan ini mempunyai jaringan Koperasi Serikat Bisnis Pesantren (KSBP) PPSD yang beranggotan 17 Kopontren Se- Jawa Timur.

“Yang tergabung dalam KSBP PPSD Lamongan ini ada 17 Kopontren Se- Jawa Timur, dimana ada 10 ribu santrinya. Kegiatan ekonomi terkait santri maupun dengan lingkungan. Ini jadi role model atau contoh jaringan ritel modern berbasis pesantren. Dengan KSBP PPSD menjadi pondasi. Bukan hanya layani Pesantren, tapi juga masyarakat di sekitar,” kata Teten Masduki dalam sambutannya, Kamis (15/04/2021).

Menurut Teten Masduki, kolaborasi 17 Kopontren yang memiliki produk unggulan masing-masing akan memiliki nilai ekonomi tinggi. Pihaknya optimis KSBP PPSD akan bisa tumbuh dan berkembang dan diharapkan menjadi rantai pasok sektor produksi.

“Kami optimis KSBP PPSD bisa tumbuh dan berkembang. Kita harap mereka masuk sektor produksi. Apalagi pesantren yang punya produk sendiri. Kemudian antar Ponpes dibangun koperasi untuk retailnya maka akan jadi nilai ekonomi tinggi,” katanya.

Dijelaskannya, model bisnis koperasi yang dibangun tersebut akan menjadi sirkuit ekonomi yang memiliki skala ekonomi yang besar.

“Punya produk sendiri, garam disini, tempat yang lain minyak. Ini saya kira sirkuit ekonomi yang bisa dibangun antar Ponpes. Jika digabung, 17 pesantren punya skala ekonomi yang besar. Ini bisa diperluas di jejaring masyarakat distributor Kopontren dan ke masyarakat lebih luas,” jelasnya.

Teten menegaskan, pemerintah akan memperkuat pembiayaan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (LPDB-KUMKM). Menurutnya, perkuatan pembiayaan bagi KSBP Sunan Drajat disalurkan Rp. 4,5 miliar dan kedepan akan ditambah lagi jika untuk mewujudkan roda perekonomian yang lebih maju.

“Kami perkuat pembiayaan. Kita baru Rp. 4,5 miliar. Kedepan sesuai dengan kegiatan ekonomi bantu lebih kuat lagi pembiayaan,” tambahnya.

Sementara itu, selain Menkop dan UKM RI, tampak hadir pula Deputi Bidang Perkoperasian – Ahmad Zabadi, Dirut LPDB KUMKM – Supomo, Kadis Koperasi dan UKM Jawa Timur – Mas Purnomo Hadi, Kepala Perwakilan BI Jawa Timur – Difi Ahmad Johansyah, Pengasuh PPSD – KH. Abdul Gofur, dan Direktur KSBP PPSD – Anas Alhifni.

Direktur KSBP Sunan Drajat, Anas Alhifni meyampaikan, KSBP PPSD Lamongan berdiri pada 2017. Menurutnya, koperasi itu memiliki anggota 17 Kopontren diantaranya Kopontren Langitan Tuban, Tambak Beras Tebu Ireng Jombang, Gontor Ponorogo, Sidogiri Pasuruan, dan Kopontren Lirboyo Kediri.

“KSBP PPSD Lamongan berdiri 2017 dan anggotanya 17 Kopontren Se- Jawa Timur,” ucap Anas.

Usai sambutan, disela kunjungan meninjau lokasi usaha PPSD, Teten Masduki menyapa para Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL) Kemenkop dan UKM di wilayah kerja Kabupaten Lamongan yang menjadi ujung tombak dalam tugas-tugas di lapangan. *[JP]

BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

TERPOPULER

KOMENTAR