Sabtu, Maret 2, 2024
Google search engine
BerandaBupatiTajak Sumur JTB ini Diresmikan Bupati Bojonegoro

Tajak Sumur JTB ini Diresmikan Bupati Bojonegoro

Suaraairlangga.com, Bojonegoro – PT. Pertamina EP Cepu (PEPC), selaku Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) proyek Jambaran-Tiung Biru (JTB) melakukan tajak sumur Jambaran 3 (JAM 3) atau Spud In proyek pengembangan lapangan gas Unitisasi JTB di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (09/10/2019).

Acara ini dihadiri Bupati Bojonegoro – Hj. Anna Mu’awanah, Wakil Ketua DPRD – Sukur Priyanto, Kepala SKK Migas – Dwi Soecipto, Dirut PEPC – Jamsaton Nababan, Deputi Operasi SKK Migas – Julius Wiratno, Deputi Hulu Pertamina (Persero) – Darmawan H Samsu, Jajaran petinggi PEPC lainnya, Forkopimda Bojonegoro, Forkopimca Ngasem, Forkopimca Purwosari, Forkompica Tambakrejo, Forkopimca Gayam, Forkopimca Kalitidu, Kepala Desa (Kades) dan perangkat sekitar proyek JTB.

Dirut PEPC Jamsaton Nababan menyampaikan, proyek pengembangan Gas Lapangan Unitsasi JTB terdiri dari scope of work, seperti pengembangam empat sumur di Jambaran East, dua sumur di Jambaran Central, pengerjaan pipa pengumpul sepanjan 6,6 kilometer (KM), pengerjaan fasilitas Gas Processing Facility (GPF).

“Pengerjaan proyek GPF atau pemrosesan gas saat ini sudah mencapai 36 persen, dan mempunyai kapasitas 330 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD),” ucap Jamsaton Nababan dalam sambutannya.

Jamsaton juga menyampaikan terkait pengerjaan jalur pipa fluida yang tersambung dengan central processing facility (CPF) Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, pengerjaan jalur pipa sales gas sepanjang 11,3 Km, pembangunan stasiun pengukuran sales gas dan juga pembangunan infrastruktur dan pendukung opersai seperti perkantoran, gedung, bengkel, rumah ibadah dan perumahan.

“Kegiatan operasi ini dimulai sejak Bulan September 2019, yang mana PEPC bekerjasama dengan Pertamina Drelling Service Indonesia (PDSI),” katanya.

Diterangkannya, pekerjaan akan dimulai dari tapak sumur Jambaran East, meliputi tiga sumur pemboran baru. Yakni sunur JAM 3, JAM 5, dan JAM 8. Sedangkan dua sumur lainnya terletak di tapak sumur Jambaran Central, yaitu sumur JAM 6 dan JAM 7.

“Untuk pekerjaan lainnya adalah re entry satu sumur existing, yaitu sumur JAM 4 ST dengan melakukan completon dengan rangkaian pipa produksi yang tahan Gas H2S,” terang Jamsaton.

Masih dalam kesempatan ini, Direktur Hulu Pertamina (Persero), Darmawan H Samsu menyampaikan, proyek JTB yang dikelola PEPC merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PNS) yang telah ditetapkan oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP).

Ditambahkannya, adapun kegiatan tajak sumur ini sejalan dengan visi Pertamina sebagai World Class National Energy Company, dimana seluruh kegiatan dalam proyek JTB ini dilakukan dengan penerapan prinsip HSSE Excellence. PEPC sebagai operator tunggal wajib mengaplikasikan dan mengintegrasikannya dalam setiap fungsi dan struktur bisnis. Sesuai semboyan HSSE PEPC “Spirit to Zero, Zero Accident, Kami Pilih Kerja Selamat”.

Mengapa JTB menjadi proyek penting tutur Darmawan, karena kebutuhan energi nasional meningkat. Sehingga JTB menjadi salah satu dari sekian proyek pertamina yang menjadi penyediaan produksi nasional. Dimana Produksi gas yang dihasilkan proyek JTB sebesar 192 MMSCFD ini, nantinya akan dialirkan melalui pipa transmisi Gresik-Semarang (Gresem). Dengan cadangan gas JTB sebesar 2,5 triliun kaki kubik.

“JTB diharapkan dapat memberikan multiplier effect, khususnya untuk mengatasi defisit pasokan gas Jawa Tengah dan Jawa Timur,” tutur Darmawan.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Operasi SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi), Julius Wiratno menyampaikan optimis akan kesuksesan proyek JTB. Dengan catatan semua pihak memberikan dukungan secara penuh. Baik dari Pemkab Bojonegoro, Pemprov, Pemerintah Pusat, TNI dan Polri, maupun Dinas terkait lainnya.

“Saya yakini proyek JTB pasti sukses dengan dukungan dari semua pihak,” harap Julius Wiratno.

Foto : Bupati Bojonegoro, Hj. Anna Mu'awanah didampingi Pejabat PEPC, SKK MIGAS dan lainnya memencet tombol lampu sirene sebagai tanda diresmikannya tajak sumur sumur JTB, Rabu (09/10/2019).
Foto : Bupati Bojonegoro, Hj. Anna Mu’awanah didampingi Pejabat PEPC, SKK MIGAS dan lainnya memencet tombol lampu sirene sebagai tanda diresmikannya tajak sumur sumur JTB, Rabu (09/10/2019).

Sementara itu, Bupati Bojonegoro, Hj. Anna Mu’awanah mendukung adanya proyek JTB, mengingat proyek JTB adalah proyek strategis nasional. Meski demikian dalam pelaksanaannya perusahaan tidak mengabaikan warga lokal untuk bisa terlibat.

“Jika warga Bojonegoro mampu menyediakan kebutuhan proyek ya perlu dilibatkan, misal penyediaan sewa kendaraan dan lain sebagainya,” jelas Bupati Bojonegoro, Hj. Anna Mu’awanah.

Selain itu, Bupati Bojonegoro menyampaikan, bahwa daerah yang biasanya dilaksanakan ekplorasi Migas identik dengan kerusakan lingkungan. Namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro berupaya agar image tersebut tidak tertanam di Bojonegoro.

“Untuk menimalisir kerusakan lingkungan utamanya meningkatnya suhu panas akibat ekplorasi Migas, maka telah diupayakan diantaranya dengan penataan tanaman bougenvil sepanjang jalan di Bojonegoro. Hal tersebut tentunya akan mengurangi suhu panas dan memperindah pemandangan yang ada di Bojonegoro,” beber Hj. Anna Mu’awanah.

Penting diketahui, dalam tajak sumur JTB ditandai dengan pemencatan tombol lapu sirine oleh Bupati Bojonegoro, Hj. Anna Mu’awanah yang didampingi pejabat PEPC, SKK MIGAS, Kapolres Bojonegoro, Dandim 0813/Bojonegoro. *[JP]

BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

TERPOPULER

KOMENTAR